KPL Mahasiswa TEP 2015 Di Dinas Perhubungan Kota Pasuruan

dishub4

Pada hari Jum’at (8/9) lalu, 6 orang mahasiswa Teknologi Pendidikan UM Angkatan 2015 telah mengakhiri masa KPL (Kuliah Praktik Lapangan) mereka di Dinas Perhubungan Kota Pasuruan. Ke-enam orang tersebut bernama Diana Budiasti , Lovan Rumayomi, Vicka Afriana, Nur Karim, R. Dimas Yusuf Septian Putra, dan Yota Andika Vindianto. Tapi karena satu dan lain hal hanya 3 mahasiswa yang dapat menyelesaikan KPL hingga akhir yaitu R. Dimas Yusuf Septian Putra , Nur Karim , dan Yota Andika Vindianto. Adapun dosen pembimbing KPL yang ditugaskan yaitu Ibu Herlina Ike Oktaviani, S.Pd., M.Pd.

Dinas Perhubungan Kota Pasuruan merupakan lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan melaksanakan tugas pembantuan di bidang perhubungan yang menjadi tanggung jawab dan kewenangannya berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Terletak Di Jl. Ahmad Yani 53 Kota Pasuruan.

Dishub1

Ke- tiga  mahasiswa Teknologi Pendidikan tersebut Masuk ke dalam Seksi Operasional Lalu lintas dengan tugas yang dibagi masing masing Setiap Individu. R. Dimas Yusuf Septian Putra Bertugas Untuk Mendesain Web Dinas Perhubungan , Serta Pembuatan Modul Materi  Presentasi Online Keselamatan Lalu lintas Dengan menggunakan Aplikasi Powtoon. Yota Andika Vindianto bertugas mnginput data inventaris kendaraan dan ruangan serta pembuatan Modul keselamatan lalu lintas dengan metode Video Animasi dengan menggunakan Aplikasi VDC. Nur karim Bertugas Mereparasi PC computer dan Pembuatan  Modul Materi Keselamatan Lalu Lintas Dalam Bentuk Cetak.

Dishub2

KPL berfokus pada pengembangan media pembelajaran di Seksi operasional dan rekayasa lalu lintas. Karena banyak sekali kendala yang harus kami bantu khususnya pengembangan media. Akhirnya kita membantu untuk pembuatan media Modul cetak materi keselamatan lalu lintas. Simulasi video tata terib berlalu lintas dan modul presentasi online keselamatan berlalu lintas dengan menggunakan aplikasi POWTOON. Agar lebih kekinian saat  materi dipresentasikan.

Sarana teknologi di instansi yang kami naungi masih menggunakan teknologi manual. Sebagai contoh , website yang digunakan masih belum pernah dipakai alias kosong dan sudah lama tidak aktif. Sosial media sebagai sarana kerjasama dengan instansi lain juga belum ada. Email, Facebook, Instagram masih belum ada. Alhasil kami membantu membuatkan guna memudahkan kerjasama dan memperoleh informasi dari instansi yang lain juga mengaktifkan kembali website tersebut. (Dimas dkk)

 

author