SUGAR HMJ TEP 2018: HARMONY CINTA ALA ERA 90AN

Malang, 07/12/2018. Salah satu kreativitas Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang adalah budaya cooling down dari kepenatan mahasiswa selepas menyelesaikan serangkaian tugas ujian akhir semester. Kegiatan tersebut dibalut dalam kegiatan penuh makna keluarga dan ekspresi diri. Ya, Sugar namanya. Acara sugar bagi mahasiswa TEP 5 tahun terakhir merupakan salah satu acara yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Karena acara tersebut mampu menghadirkan momentum kehangatan keluarga, keceriaan, kebersamaan dan ajang unjuk kreativitas dari masing-masing offering di Jurusan Teknologi Pendidikan.

Acara Sugar tahun 2018 dilaksanakan di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, pada hari Jum’at, 07 Desember 2018 jam 15.00 –22.00 WIB. Acara dihadiri oleh hampir seluruh mahasiswa Tep dari angkatan 2014-2018. Selain itu dihadiri juga oleh bapak ibu dosen diantaranya Ketua Jurusan Bapak Dr. Sulthoni, M.Pd, Pembina kemahasiswaan fakultas yakni Bapak Taufik Ikhsan Slamet, M.Pd dan Bu Arafah Husna, M.Med.Kom, Bu Herline Ike Oktaviani dan Ence Surahman. Ade selaku ketua pelaksana kegiatan ketika diwawancarai menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan sugar kali ini sebagaimana temanya yakni Sugar, Abiprana Abipraya ’90, yang artinya kurang lebih selaras dalam bekerjasama untuk mewujudkan cita-cita dengan konsep back to generasi 90an. Salah satu bentuk dari konsep 90nya adalah penggunaan kostum dengan gaya khas generasi 90an.

Anton sebagai ketua HMJ Tep menjelaskan bahwa pada dasarnya kegiatan sugar merupakan bentuk syukuran atas semua prestasi yang sudah dicapai oleh keluarga besar TEP baik secara personal maupun secara komunal kelembagaan. Syukuran karena kepengurusan HMJ sudah sampai dipenghujung masa, syukuran atas semua capaian program yang sudah berjalan sesuai rencana.  Selain itu juga syukuran untuk merayakan seluruh pengalaman belajar selama satu semester.

Ketika menelisik sejarah sugar, Mahmud ketua HMJ periode 2017 menjelaskan bahwa acara sugar mulai dilaksanakan pada tahun 2013an. Kata Sugar tidak memiliki kepanjangan khusus. Alasannya sederhana, waktu itu TEP punya kegiatan coffee TEP. Coffee rasanya pahit sehingga perlu ada pemanisnya, maka dibuatlah acara sugar.

Rangkaian acara sugar kali ini terdiri dari acara lomba tumpeng antar offering, kemudian pentas kreasi masing-masing offering, juga hiburan dari bintang tamu yang juga anggota keluarga Teknologi Pendidikan. Berdasarkan penilaian 3 juri, Juara 1 lomba tumpeng tahun ini diraih oleh teman-teman offering A 2015. Selain pemilihan tumpeng terbaik, panitia juga melakukan pemilihan terhadap dua kostum terbaik yang paling sesuai dengan style tahun 90an.

Pentas kreasi seni menampilkan aneka pertunjukan mulai dari penampilan musik, drama musikal, talkshow motivasi, dance, dan lain-lain. Semua sajian didesain oleh masing-masing offering sebagai bentuk eksitensi dan kreativitas masing-masing offering. Semua penampilan masing-masing offering mampu menghipnotis para pengunjung. Bahkan beberapa  tampilan mampu mengajak semua pengunjung ikut bergoyang (gerak badan).

Semua pengunjung mengaku senang dan terhibur, Abas mahasiswa angkatan 2016 memberikan komentar ketika ditanya pasca kegiatan. “acaranya menarik, dan menghibur” ungkapnya. Begitupun bapak ibu dosen juga mendapatkan kesan yang sama. Ibu Herlina Ike Oktaviani yang datang dengan anak dan suaminya berkomentar “kegiatannya seru, meriah, dan menghibur, mahasiswa TEP memang keren, selamat untuk HMJ dan keluarga besar Tep” ungkap dosen paling hits di sosmed tersebut. (Nc)

 

 

 

author