PT PETROSIDA ADAKAN DIKLAT PEMBINAAN MENTAL DAN KEDISIPLINAN BAGI KARYAWAN

Petrosida1

Dokumentasi peserta diklat

Ada hal menarik dari yang dilakukan oleh PT. PETROSIDA Gresik dalam membentuk karyawan-karyawan mereka agar mempunyai etos kerja yang baik. Mulai Senin (23/7) bertempat di Depo Pendidikan Bela Negara (Dodik Belneg) Rindam V Brawijaya, sebanyak 65 orang karyawan menempuh diklat pembinaan mental dan kedisiplinan. Diklat tersebut berlangsung sampai Minggu (5/8). Seluruh peserta diklat didampingi, dibina dan dilatih oleh pelatih agar menjadi pribadi yang lebih baik.

“Mereka (peserta diklat) ini adalah karyawan yang sudah masuk 1-4 tahun di perusahaan mereka, namun pimpinan perusahaan menginginkan mereka agar lebih mempunyai etos kerja, kedisiplinan dan rasa hormat kepada atasan di lingkungan kerja.” Tutur Letda Inf Budi Sutrisno, salah satu pelatih dalam diklat tersebut.

Petrosida2

Dokumentasi kegiatan diklat

Banyak program latihan yang diberikan oleh pelatih kepada peserta diklat selama 2 minggu masa diklat, antara lain wawasan kebangsaan, PBB, beladiri yong moodo, proxy war, pancasila, cara memberi instruksi, paham radikal, outbond, caraka malam dan masih banyak materi lainnya. Para pelatih diklat dengan bersemangat dan tegas menyampaikan materi diklat kepada peserta diklat.

“Ada 2 hal yang ingin ditekankan kepada peserta diklat, yaitu mengenai sikap perilaku dan kedisiplinan.” Ucap Mayor Inf Sunardi Wakil Komandan Dodik Bela Negara.

Segala aktivitas dan jadwal kegiatan selama diklat benar-benar dilakukan secara disiplin oleh semua peserta diklat. Para pelatih menghimbau kepada para peserta diklat agar mengikuti diklat ini dengan hati gembira dan senang tanpa adanya tekanan.

Selain materi-materi yang disampaikan di dalam kelas, terdapat pula beberapa bentuk program diklat yang dilaksanakan di luar kelas, antara lain yaitu caraka malam (perjalanan malam). Kegiatan caraka malam ini dilaksanakan Kamis (2/8) di Desa Lesanpuro, Kota Malang.

“Peserta diklat ini kebanyakan di tempat yang terang bekerjanya, mangkanya kita adakan caraka malam biar mereka keluar dari zona nyamannya.” Tutur Serka Edy Yulianto staf urusan PAM.

Selama perjalanan malam, para peserta diklat diminta untuk melalui jalan yang gelap tanpa penerangan apapun, mereka diminta untuk menyampaikan informasi yang didapat dari titik awal dan disampaikan dengan lengkap ketika sampai di titik akhir. Selama perjalanan peserta diklat melalui beberapa rintangan yang diberikan oleh pelatih.

“Jujur perjalanannya lumayan jauh dan gelap, saya kaget ketika ada rintangan kain putih yang di tengah perjalanan.” Ujar salah satu peserta diklat dengan wajah letih.

Sebelum penutupan pendidikan, para peserta diajak untuk bersenang-senang yaitu dengan melakukan ­outbond bersama di lapangan Dodik Bela Negara. Banyak game yang dilakukan, salah satunya yaitu flying fox. Seluruh pelatih berharap agar apa yang didapat oleh peserta selama diklat ini bisa diimplementasikan ketika mereka bekerja di perusahaan mereka (Anton, dkk).

Petrosida3

Cumber berita: http://surabaya.tribunnews.com/2018/08/15/harus-keluar-dari-zona-nyaman

author