Menulis Itu Asyik, Pelatihan Jurnalistik Tim Pewarta FIP UM

Pelatihan Jurnalistik

Pada hari Kamis, 26 Oktober 2017 tim Warta Berita Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penulisan Jurnalistik dan Pemahaman tentang Ketahanan Literasi Indonesia. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Komputer E1 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Kegiatan diikuti oleh tim warta FIP UM yang berasal dari dosen, karyawan dan mahasiswa FIP UM berjumlah 30-40 orang.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd. Dalam sambutannya Pak Dekan berharap agar setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh seluruh civitas akademika FIP dapat diekspose ke website, dan sosial media. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan branding fakultas di mata publik. Dengan demikian pelatihan jurnalistik bagi para pewarta FIP UM diharapkan dapat menghasilkan para wartawan/wartawati muda yang profesional dalam bidang pemberitaan.

Kegiatan diselenggaraan dalam 3 sesi materi, pertama diisi oleh wartawan surat kabar dan TV, Bapak Drs. H. Muhammad Zen yang membahas tentang teknik peliputan berita. Sesi kedua disampaikan oleh Bapak Juli Triyanto wartawan Times Indonesia yang menyajikan materi tentang ketahanan informasi dan literasi Indonesia. Adapun sesi ketiga di isi oleh Dr. Zulkarnain yang  juga merupakan ketua warta FIP UM yang menyajikan materi tentang cara membuat tulisan populer.

Para peserta terlihat antusias menyaksikan kegiatan, hal itu sebagaimana  komentar Bapak Riski Fajar Dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UM yang mengatakan bahwa kegiatan pelatihan warta memberikan pengetahuan baru tentang jurnalistik. Demikian juga pendapat Ibu Puri Selfi Cholifah dosen KSDP FIP UM yang menyatakan bahwa kegiatan pelatihan berita memberikan pengalaman tentang teknik peliputan berita, trik mendapatkan informasi yang akurat dan lengkap, serta mampu lebih bijak dalam bersosial media.

Penulis sendiri merasakan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru dalam bidang jurnalistik. Dewasa ini kadang sering merasa tidak nyaman dengan pola komunikasi dan komentar yang bersebaran di sosial media, baik di twitter, kolom komentar facebook, kolom komentar youtube, instragram. Semoga ke depan para aktivis sosial media dapat lebih bijak dalam berkomentar, memberikan penilaian terhadap fenomena sosial, dan lain-lain (Nc/TEP FIP UM)

author