KPL Mahasiswa TEP FIP UM di BBPD Malang Dihadiri Mendagri

pakde3

Pada Tanggal 23 Juli 2018 tepat nya hari Senin, Mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan (TEP), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) angkatan 2015 melaksanakan kegiatan Kuliah dan Praktik Lapangan (KPL), setiap kelompok beranggotakan sebanyak 6 orang dan mempunyai tempat KPL masing-masing, ada yang diluar malang adapula yang didaerah kota Malang.

Salahsatunya adalah kelompok KPL yang berada di BBPD Malang, kelompok ini Beranggotakan 6 orang terdiri dari 2 orang laki-laki dan 4 orang perempuan, yang diketuai oleh Muhammad banurohman. BBPD sendiri adalah sebuah UPT pemerintah yang bergerak dibidang pemerintahan desa, dibawah Kementerian Dalam Negeri. BBPD memiliki banyak program kerja diantara nya adalah Peyelenggaraan sarasehan, pelatihan-pelatihan untuk perangkat desa dan masih banyak lagi. Pada tanggal 31 July 2018 salah satu program kerja dari BBPD yaitu sarasehan diadakan, segala persiapan pun dilakukan dari 2 minggu sebelum pelaksanaan, karena yang diundang dalam acara ini adalah orang-orang penting seperti walikota malang, gubernur jawa timur, dan presiden Republik Indonesia. Acara ini di adakan di Gelanggang Olah Raga Ken Arok Kota Malang JL. Mayjend Sungkono, Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Didalam acara sarasehan anggota KPL UM ditugaskan untuk membantu, meliputi : Administrasi peserta dan Pembuatan video Profil BBPD.

mendagri6

Acara ini memiliki Tema “Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dan Kelembagaan Masyarakat Desa untuk Memperkokoh Peradaban Bangsa Menuju Desa yang Sejahtera”. dan Motto pada acara ini adalah “dharmaku untuk desa, baktiku untuk bangsa”.

Adapun dilaksanakannya acara sarasehan ini bertujuan : 1) Meningkatnya pemahaman penyelenggaraan Pemerintahan Desa. 2) Meningkatnya kompetensi pelaksanaan tugas dan fungsi pemeran kelembagaan yang ada di desa 3) Terbangunnya  sinergi  antara  para  penyelenggara  Pemerintahan  Desa  dan  Lembaga Kemasyarakatan Desa.

Peserta Sarasehan berjumlah 2.120 orang berasal dari 5 Wilayah Kerja Balai Besar Pemerintahan  Desa  Malang  meliputi  Provinsi  Jawa Timur,  Sulawesi  Tenggara,  Nusa Tenggara Barat, Bali dan Sulawesi Selatan. Peserta Sarasehan terdiri dari unsur Kepala Desa,Perangkat Desa, BPD,TP.PKK dan LPMD/K. Di acara sarasehan ini yang menjadi panitia nya adalah dari bermacam-macam pihak mulai dari Aparatur Daerah, Aparat Keamanan Negara dan daerah, serta Mahasiswa KPL untuk membantu menyukseskan acara ini. Didalam Acara sarasehan banyak sekali pesan-pesan yang disampaikan oleh Pejabat tinggi Daerah, Provinsi maupun Negara untuk para peserta sarasehan yaitu Aparatur Desa, salah satunya adalah Pesan dari Gubenur Jawa Timur dan Sekjen Kemendagri RI :

WhatsApp Image 2018-09-18 at 16.24.20

Isi sambutan dari Gubernur Jawa Timur (Pak De Karwo).

  1. Pentingnya   Kebijakan   agar   kucuran   dana   dari   pusat   tidak   dihamburkan   untuk pembangunan infrastruktur tak tepat guna;
  2. Pemerintahan Desa secara Vertikal dalam pembinaan dan pengembangannya adalah Tanggungjawab adalah Kemendagri sehingga Kementrian/Lembaga yang lain bersifat mendukung dan tidak boleh merubah Struktur Pemerintahan Desa.
  3. Arah kebijakan dana desa salah satunya untuk penanggulangan kemiskinan, hal ini diterjemahkan dalam  beberapa prioritas kegiatan seperti pengembangan produk unggulan desa, Bumdes, embung desa dan sarana olah raga desa.
  4. Dana Desa di Jawa Timur tahun 2017 mendapat DD 6,33 Triliun untuk 7.724 Desa, Realisasi Kas umum yang terserap mencapai 99,96 %, dari total serapan yang dimanfaatkan untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa masih minim, yaitu untuk sarana prasarana  desa  mencapai  88,84  %  di  desa  masih  focus  pembangunan  infra  struktur padahal  pembangunan  SDM  harusnya  lebih  diutamakan,  angka  untuk  pemberdayaan 6,5%  ;  4,05  %  untuk  penyelenggaraan  pemerintahan;  0,96  %  untuk  pembinaan kelembagaan masyarakat. Desa.
  5. Realisasi DD untuk Infrastruktur 88,4% Usul Gubernur Jatim 50 % untuk pemberdayaan masyarakat dan ekonomi desa.
  6. Infrastruktur diarahkan untuk meningkatkan ekonomi contoh Infrastruktur Fasilitas pertanian, Irigasi, embung desa, pembibitan, teknologi tepat guna dan peningkatan produk pertanian
  7. Seharusnya Camat sebagai Kepala Wilayah sehingga memiliki peran lebih optimal dalam Pembinaan dan pengawasan Pemerintahan Desa

Dalam sambutannya Menteri Dalam Negeri Bapak. Tjahjo Kumolo meyampaikan bahwa  untuk  menjadi  Bupati  Gubernur  dan  Presiden  membutuhkan  peran  Kepala Desa, sinergi antara kepala desa dan lembaga masyarakat dalam menaggulangi terorisme dan pengembangan usaha ekonomi desa. Alhamdulillah acara sarasehan ini berjalan dengan baik dan aman semua peserta mendapatkan ilmu dari acara ini.

WhatsApp Image 2018-09-18 at 12.36.09

Setelah acara sarasehan selesai dilaksanakan BBPD malang mempempersiapkan kembali program kerja selanjutnya adalah Pelatihan tentang memdayagunakan dana APBD Desa, Pada Kegiatan pelatihan ini mahasiswa KPL dilibatkan dalam Praktek lapangan, yang berkunjung ke Desa Beji Kec Oro-oro dowo Kota Batu. Dalam acara tersebut peserta seminar dibagi kedalam 4 kelompok dan melakukan sharing-sharing kepada perangkat desa Beji Kec Oro-oro ombo Kota Batu, setelah melakukan sharing para setiap kelompok memaparkan hasil sharing didepan para kelompok peserta yang lainnya. Alhamdulillah Acara kunjungan lapang ini terlaksana dengan baik dan lancar.

Selama KPL di BBPD malang, kegiatan mahasiswa KPL adalah sebagai berikut: Pelaksanaan Diklat, Pembuataan Media Pembelajaran atau proyek lain, Membuat video profil balai dan Mengikuti Legiatan non kepelatihan (Farid dkk).

author