JURUSAN TEP FIP UM MENDAPATKAN TAMBAHAN DOSEN BARU

Malang, 12/1/2019. Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang mendapatkan tambahan dosen baru mulai tahun 2019. Hal tersebut berdasarkan pengumuman hasil seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemristek Dikti yang diumumkan secara resmi pada hari Sabtu, 12 Januari 2019. Kedua dosen tersebut bernama Herlina Ike Oktaviani, S.Pd, M.Pd dan Dr. Made Duananda Kartika Degeng, M.Pd. Keduanya merupakan alumni Universitas Negeri Malang.

Dr. Made Duandana Kartika Degeng, M.Pd

Ibu Herlina sebelumnya merupakan dosen jurusan TEP yang terjaring melalui seleksi penerimaan Calon Dosen Non PNS UM tahun 2017. Kemudian ikut formasi CPNS dan akhirnya beliau lolos. Sedangkan Dr. Made sebelumnya merupakan staff pengajar pada salah satu kampus swasta di Malang.

Penerimaan CPNS tahun 2018-2019 terbilang  cukup ketat. Pada pertengahan proses seleksi terjadi problem nasional karena prosentase yang lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) secara nasional kurang dari 10%. Hal tersebut dikarenakan tingkat kesulitan soal yang tinggi khususnya untuk soal Tes Kompetensi Pribadi (TKP). Banyak kandidat yang jatuh nilainya. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya Panitia Seleksi Nasional CPNS 2018 merevisi kebijakan dengan menurunkan passing grade kandidat dengan tetap memprioritaskan untuk kandidat yang lolos pada ketentuan passing grade sebelumnya. Apabila tidak ada perubahan kebijakan tersebut tentu banyak unit kerja pengusul yang gigit jari untuk mendapatkan tambahan SDM usulannya termasuk di Jurusan TEP FIP UM.

Herlina Ike Oktaviani, M.Pd

Dengan tambahan dua dosen tersebut, jurusan berharap semoga kualitas pelayanan jurusan dalam bidang Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat akant terus meningkat. Dengan demikian kontribusi Jurusan TEP FIP UM terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia akan semakin besar.  Di samping itu dua dosen tersebut diharapkan menjadi stabilisator jurusan berhubung Desember lalu ada satu dosen yang pensiun yakni Dr. Sihkabuden, M.Pd dan pada bulan Agustus 2019 juga akan ada satu yang pensiun lagi yakni Dr. Anselmus JE Toenlioe, M.Pd.

Prioritas lain jurusan TEP ke depan adalah upaya untuk meningkatkan status penilaian jurusan. Tahun 2018 Jurusan TEP FIP UM memperoleh gelar sebagai Program Studi dengan skor akreditasi tertinggi hasil penilaian BAN PT se-UM yakni sebesar 379. Dengan demikian dua tahun ke depan Jurusan TEP FIP UM akan menjajal Quaity Assurance International yakni ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA). Tahun ini UM sedang menunggu proses visitasi yang dijadwalkan pada bulan Mei untuk pengajuan AUN QA empat program studi yakni Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fisika dan Biologi. (Nc-TEP)

author