Dosen TEP UM hadiri Temu Kolegial APS-TPI ke 3 di ULM Banjarmasin

APS-TPI2Sebanyak 10 dosen Program Studi Teknologi Pendidikan Universiras Negeri Malang pada jenjang Sarjana dan Pascasarjana menghadiri undangan panitia kegiatan Temu Kolegial Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI) yang ke 3 yang dilaksanakan bersamaan dengan Seminar Nasional Teknologi Pendidikan yang diselenggarakan atas kerjasama Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Lambung Makurat dengan APS TPI. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari, Jum’at-Minggu, 14-16 Juli 2017 bertempat di Hotel Aria Barito Banjarmasin.

Kegiatan temu Kolegial Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI) sudah dilaksanakan sebanyak dua kali, pertama Universitas Gorontalo pada tahun 2015, kemudian temu kolegial kedua dilaksanakan di Universitas Negeri Malang tahun 2016. Kegiatan temu kolegial ketiga bertujuan untuk mengesahkan dan mengunggah dokumen Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi Teknologi Pendidikan pada jenjang S1, S2 dan S3 sebagaimana yang diminta oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti.

Sebagaimana laporan ketua pelaksana kegiatan yakni Dr. Hamsi, M.Pd dari Ketua Prodi Teknologi Pendidikan ULM, temu kolegial Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI) yang ke-3 dihadiri oleh sebanyak 70 dosen dari 43 program studi yang tergabung dalam APS-TPI dan peneliti serta pengurus Asosisasi Pengembang Teknologi Pembelajaran Indonesia (APTPI) dan pengurus Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI). Dari jumlah tersebut rombongan dari TEP UM termasuk yang paling banyak mengirimkan delegasinya yakni sebanyak 10 dosen.

Aps_TPI 3

Daftar delegasi dari program studi teknologi pendidikan TEP UM diantaranya Dr. Sulthoni, M.Pd, Drs. Zainul Abidin, M.Pd, Dr. Sihkabuden, M.Pd, Dr. Henry Praherdhiono, M.Pd, Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, Prof. Punaji Setiosari, M.Pd, Pak Eka Pramono Adi, M.Si, Pak Yerry Supriyanto, M.Pd, Pak Ence Surahman, M.Pd, dan Pak Yulias Trihatmoko, S.Pd. Jumlah delegasi tersebut sama dengan jumlah delegasi dari Prodi Teknologi Pendidikan UPI. Dan jumlah tersebut bukan tanpa alasan, selain untuk ikut memeriahkan kegiatan juga masing-masing delegasi berkesempatan untuk menyajikan papernya. Di samping itu ada juga dosen yang berangkan sebagai dosen tamu di Univesitas Lambung Mangkurat.

Secara umum rangkaian kegiatan temu kolegial APS-TPI dan Seminar nasional Teknologi Pendidikan Indonesia dimulai pada hari Jumat. 14 Juli 2017 dengan kegiatan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan agenda penyajian hasil pembahasan tentang Capaian Pembelajaran Lulusan yang telah dilakukan oleh masing-masing ketua komisi di APS-TPI pada bulan Maret di Bandung. Setelah pembahasan dan pematangan melalui curah pendapat dari para peserta, selanjutnya prosesi pengusulan Capaian Pembelajaran Lulusan yang dilakukan melalui Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI). Prosesi tersebut dilakukan secara khidmat dan meriah tepatnya pada pukul 22.18 WITA.

Aps_TPI1

Selanjutnya agenda hari Sabtu, yakni Seminar Nasional dengan tema “Inovasi Pendidikan di Era Cyber dan Peran Teknologi Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Indonesia”. seminar tersebut menghadirkan key note speaker Rektor ULM Prof. Dr. Sutarto Hadi, M,Si, M.Sc yang menyajikan topik tentang Research Design on Educational Technology, selanjutnya Pemateri dari Dirjen Pembelajaran Belmawa Dikti, Kemudian Dr. Ari Santoso Ketua Pustekom, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan dan dari Prof. Dr. Paulina Panen selaku staf ahli Menristek Dikti. Berdasarkan laporan ketua pelaksana seminar Dr. Hamsi, total jumlah peserta seminar sebanyak 270 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, guru, dan masyarakat umum.

Agenda Sabtu sore selepas kegiatan seminar adalah penyajian paper dari para peserta Temu Kolegial. Kegiatan presentasi paper yang dihimpun melalui kegiatan Call for Paper awalnya dirancang dalam 3 ruangan, namun akhirnya dilaksakan dalam satu ruangan. Masing-masing penyaji diberikan kesempatan selama 5 menit menyajikan materi dan 5 menit diskusi bersama peserta lainnya.

Adapun agenda penutup pada hari ketiga yakni city tour di Banjarmasin. Agenda city tour dipusatkan ke dua lokasi yakni Pasar Apung Sungai Martapura dan Pusat Penjualan Permata Martapura. Para delegasi terlihat antusias mengikuti kegiatan city tour dan beberapa diantaranya sibuk berbelanja oleh-oleh dilokasi belanjar khususnya oleh-oleh berupa hasil olahan batu akik dan batu permata. (Nc/TEP FIP UM)

author