DOSEN TEP TAMBAH PEROLEHAN HAK CIPTA UNTUK MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN YANG DIKEMBANGKANNNYA

Malang, 15 April 2019. Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang patut berbangga atas raihan prestasi para dosennya. Prestasi terbaru yang diraih para dosennya yaitu Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Hak Cipta yang diraih oleh Ence Surahman, S.Pd., M.Pd, Yerry Soepriyanto, ST, MT., Dr. Sulthoni, M.Pd dan Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Pd. Adapun judul karya cipta tersebut yaitu Peer Collaborative Authentic Assessment (PECOLASE). PECOLASE merupakan produk Hibah Inovasi Belajar yang diperoleh tim tahun 2018 dari sumber pendanaan kerjasama UM dengan Islamic Development Bank. Selain perolehan HKI, PECOLASE merupakan salah satu Inobel terbaik dari FIP UM yang diberikan kesempatan untuk dipresentasikan dalam kegiatan Gelar Karya Inovasi UM 2018.

PECOLASE merupakan model evaluasi pembelajaran berbasis blended learning. Model evaluasi yang dikembangkan memiliki keunggulan dalam proses penilaian sebaya terhadap semua proses dan produk pembelajaran berbasis blended. Ence Surahman sebagai pencipta menyampaikan bahwa model evaluasi sebaya dilandasi teori belajar konstruktivistik yang didasar filasafat Konstruktivisme yang memandang pebelajar sebagai subjek aktif yang merdeka dalam menentukan keputusan dirinya dalam proses pembelajaran.

Dalam konteks pembelajaran orang dewasa (Andragogy) maka proses pemberikan kebebasan pebelajar bukan saja pada dimensi proses konstruksi dirinya melainkan pada proses evaluasi proses dan hasil pembelajaran. Mahasiswa sebagai pebelajar orang dewasa memiliki kapasitas yang mumpuni untuk saling memberikan penilaian terhadap karya dan capaian dirinya juga teman belajar sebayanya. Itulah alasan mengapa model tersebut dikembangkan dengan tujuan yang utama yakni mengoptimalkan peran pebelajar untuk memastikan kualitas proses dan hasil belajar menjadi lebih baik.

Capaian HKI tersebut merupakan lanjutan dari capaian HKI yang diperoleh beberapa dosen sebelumnya. HKI memiliki banyak manfaat baik untuk pribadi pencipta (dosen) kaitannya dengan kebutuhan kenaikan pangkat maupun untuk peningkatan kinerja jurusan, fakultas dan universitas. karena HKI merupakah salah satu bentuk konkrit dari luaran program penelitian dan pengabdian yang masuk dalam indikator penilaian dalam borang akreditasi terbaru BAN PT yang berorientasi pada evaluasi dampak kinerja (outcome based perormance).

Proses perolehan HKI terbilang cepat. Pencipta mendapatkan undangan dari fakultas untuk kegiatan workshop penyusunan dan pengusulan HKI. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 6-7 Maret 2019. Form yang sudah diisi kemudian dikirimkan ke Dirjen HKI, sekitar 1 bulan diproses kemudian terbit.  Admin TEP

 

author